Renungan Tetaplah Menjadi Seperti Kunang-Kunang Sahabat… Ada masanya orang-orang akan mengangkat kedudukanmu, meninggikan martabatmu, mereka tidak lagi menganggapmu sebagai si kecil yang tak bisa melakukan apa-apa, mereka akan memuliakanmu. Maka janganlah menjadi seseorang yang selalu tertunduk lesu, terperagkap oleh sifat buruk sangka hati bahwa manusia sedang merendahkanmu, padahal hakikatnya tidak seperti itu. Sahabat… Kadang kala hati ini merasa ingin dimuliakan, namun karena keterbatasan ilmu, keinginan untuk dimuliakan itu terhalangi olehnya. Karena baiknya sangkamu pada-Nya, engkau tetap berupaya menerima takdirmu bahwa engkau hanyalah seorang yang biasa-biasa saja, mengikhlaskan hati dan merendahkan diri, hingga hilanglah perasaan ingin dimuliakan itu. Sebab Allah membuka mata hatimu dengan itu, bahwa sifat seperti itu hanyalah sifat yang buruk, sebab ia hanyalah sifat yang mengeraskan dan menyakitkan hati. Sahabat… Jika engkau sudah masuk pada marhalah (tingkatan) ini, marhalah dimana engkau mampu menguasai hati akan keinginan dimuliakan itu, maka akan muncul babak baru dalam ujian. Allah akan membuatmu sedikit terkenal dan terpandang di mata manusia, karena keberkahan ilmu yang kau syukuri dan kerendahan hati yang berbekah. Maka berhati-hatilah, jangan sampai engkau tergelincir, sebab syaithan akan berusaha mencari celah-celah untuk menjebakmu. Seorang yang tidak mampu melalui ujian, ia akan menganggap dirinya sebagai orang besar dan terpandang, mulia dan terhormat, tatkala orang-orang mulai mengangkatnya dan menjadikannya sebagai pelita yang menerangi jalan. Ia tak sadar atau lupa bahwa dirinya hanya laksana kunang-kunang yang cahayanya kecil, kelap-kelip, untuk menerangi dirinya saja ia kesusahan. Tapi ia terjebak dalam jumawa, hingga menganggap dirinya bak mentari yang cahayanya mampu menerangi seisi bumi. Duh, Rabb, sifat ini hanya akan membinasakan pelakunya. Adapun seorang yang berhasil melewati ujian ini, ia akan terus merendahkan sayapnya, menganggap dirinya belum memiliki apa-apa, dan ia takut ketika orang-orang mulai memuliakannya, mengagungkannya dan menjadikannya sebagai pelita jalan yang menerangi jalan mereka. Sebab ia tahu dan menyadari kalau ia tidak memiliki apa-apa, ia hanyalah kunang-kunang kecil yang cahayanya kelap-kelip itu, yang belum mampu menerangi mereka itu. Sahabat… Tetaplah menjadi kunang-kunang, yang sederhana dan bersahaja. Teruslah berbuat untuk kebaikan umat yang tidak mengharapkan pujian dan balasan mereka. Teruslah berbuat untuk kebaikan umat semampumu, walau engkau hanya memiliki segenggam asa yang kuat demi terwujudnya perubahan ke arah kebaikan itu. Sahabat… Jika tak sanggup menjadi pesona rembulan malam Cukup laksana kunang-kunang yang bertabur kesahajaan Demikianlah tabiat kehidupan: Memang tak semua bisa seindah rembulan Dengan sinarnya menyinari jiwa insan-insan Dan kunang-kunang kelap-kelipnya di kelam malam Dapat menelusupkan rasa bahagia dan seumbar senyuman (Dalam Dekapan Cinta-Nya: 33) Sahabat… Ikhlaskanlah hati dan teruslah berjuang, kumpulkan bekalmu sebanyak-banyaknya menuju negri abadi yang belum pernah terjamah. Engkau akan memtik hasilnya.. Yang mencintaimu karena Allah… Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy

Sumber Dari -> http://wahdah.or.id/tetaplah-menjadi-seperti-kunang-kunang/ .kunang-660x330

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here