ssalammu’alaikum. Ana ibu rumah tangga sekaligus pns (tidak mempunyai pembantu rumah tangga). Bagaimana management murojaah jika telah memiliki hafalan yang banyak, dengan tingkat kesibukan ana ini?syukran afifa – aceh Jawaban Wa alaikum salam warahmatullahi wa barokatuh.. Ahlan wa sahlan ukhti, semoga Allah senantiasa mencurahkan TaufiqNya kepada kita dan menuntun kita kepada perkara yang diridoiNya. Melanggengkan hafalan dan memantapkannya adalah sebuah amalan yang mulia, namun tentunya membutuhkan upaya yang tidak kecil, kunci utamanya adalah konsisten dan telaten. Rahasia kuatnya hafalan para ulama kita adalah murajaah dan sering mengulang materi yang dihafal, bahkan sebagian dari mereka mengulang-ulang hafalan mereka puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali. Khatib al-baghdadi membuat pasal dalam kitabnya:(pasal mengulang-ulang hafalan di dalam hati)[al-Jami’ Li Akhlaqur Rawi 2/226]. Ibnul Jauzi mengatakan: sarana untuk memantapkan hafalan adalah dengan mengulang-ulang hafalan.[Al-Hatstsu ‘ala hifdil ilmi, hal. 21]. Dan sumber masuknya ilmu ada dua, yaitu mata dengan telinga, adapun hati adalah bejananya, Allah berfirman: وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Artinya:(dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu, dan memberikan kepadamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kalian bersyukur).[An-Nahl 78]. Dengan demikian, kami mengusulkan kepada ukhti beberapa langkah berikut ini: 1. Kami usulkan untuk membuat jadwal murajaah harian sesuai dengan kesibukan dan waktu luang ukhti, namun perlu diketahui, kunci sukses dari pembuatan jadwal ini adalah komitmen yang tinggi dengan jadwal yang dibuat. 2. Jika murajaah, dianjurkan untuk meninggikan suara, agar dapat menstimulasi pendengaran yang menjadi salah satu pintu masuknya ilmu.(perlu diketahui dalam masalah ini, mungkin berbeda setiap personal) 3. Upayakan untuk menyelesaikan semua tugas-tugas ukhti sebagai PNS dikantor, jadi diupayakan untuk tidak menunda pekerjaan di rumah, sehingga bisa fokus dengan kesibukan rumah tangga dan murajaah sepulang dari kantor. 4. Ukhti bisa memanfaatkan waktu luang dengan mendengarkan Mp3, dan menyetel surat-surat yang telah dihafal, misalnya ketika berangkat ke kantor, ketika memasak, ketika jam istirahat di kantor dll. 5. Jika ukhti masih aktif menambah hafalan, maka kami usulkan tiga hal: #Menyedikitkan materi baru untuk dihafal, sehingga bisa menghafalnya dengan mutqin (kuat/mantap), dampak positifnya adalah mempermudah proses murajaah. #Sebelum menghafal yang baru, sebaiknya memurajaah hafalan lama. #Dalam satu pekan, sisihkan waktu libur menghafal ayat baru satu atau dua hari, sehingga bisa fokus untuk murajaah. 6. Seorang wanita dianjurkan shalat wajib di rumahnya, maka ini adalah kesempatan emas untuk memurajaah surat-surat yang telah dihafalnya, apalagi jika ditambah dengan memurajaahnya di shalat-shalat yang hukumnya sunnah, tentunya ini akan semakin memantapkan hafalan 7. Jika ukhti sulit untuk komitmen dengan jadwal yang dibuat, dan memiliki tekad yang besar untuk mempertahankan hafalan, maka solusi yang lainnya adalah berta’awun dengan guru tahfidz yang memiliki disiplin yang tinggi dan murajaah hafalan kepadanya. 8.Penting juga berdiskusi dengan suami terkait hal ini, sehingga suami dapat memaklumi dan memberikan keridhoan bahkan bisa berta’awun bersama demi mendapat keridhoan Allah subhanahu wata’ala. Wallahu A’lam. Dijawab oleh Ust. Lukman Hakim, Lc (Alumni S1 Fakultas Hadits Syarif Universitas Islam Medinah Munawwarah dan Mahasiswa S2 Jurusan Dirasat Islamiyah Konsentrasi Hadits di King Saud University Riyadh KSA)

alquran4-660x330

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here